NEWS

Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana, USM - RRI Kerjasama

SEMARANG- Melihat posisi Indonesia yang berada pada Ring of Fire, perlu dilakukan upaya pencegahan maupun penanganan baik dari segi edukasi maupun komunikasi. Hal ini dilakukan Universitas Semarang (USM) dengan cara  memperkuat kerjasama dengan RRI Semarang.

Adapun kerjasama ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo serta Ir Achmad Gani Ghazaly Akman MEng Sc (Deputi Bidang operasi Pencarian dan Pertolongan Dan Kesiapsiagaan BASARNAS RI), Dra Dwi Hernaningsih MAP (Dewan Pengawas LPP RRI), Lilik Kurniawan ST MSi (Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB RI), Ir Tuban Wiyoso MSi (Kepala Stasiun Klimatologi Semarang) yang sekaligus mengisi acara Talkshow Dialog Interaktif Mitigasi Bencana LPP RRI Semarang Program Acara Kentongan yang bertajuk “Masyarakat Tanggap Bencana”.

Kerjasama dilakukan dengan penandatanganan surat kerjasama oleh Rektor USM, Andy Kridasusila SE MM dengan Kepala LPP RRI Semarang, Drs Anhar Achmad SH MM MH MBA di Auditorium Ir Widjatmoko (5/9).

Gubernur Jawa Tengah mengatakan, Pendidikan menjadi penting, program pengurangan resiko bencana melalui komunitas, sekolah-sekolah, perguruang tinggi menjadi penting. Oleh karena itu sinergi dengan USM diharapkan mampu memberikan peran dalam mengedukasi masyarakat.

Hernaningsih, Dewan Pengawas LPP RRI menganggap Kampus menjadi bagian penting dalam memberikan konten siaran. “Mungkin mahasiswa bisa bersinergi dalam pembelajaran membuat konten-konten yang milenial karena kita juga ada audio-visual melalui youtube, kita akan selalu berikan ruang sinergi bagi perguruan tinggi dan tentu saja dengan masyarakat umum” ujarnya.

Sementara Rektor USM, Andy Kridasusila SE MM menilai bahwa Kegiatan apapun itu kalau hanya satu pihak tidak akan berjalan dengan baik, mungkin bisa namun hasilnya tidak terlalu baik, dengan MoU kita bisa bersinergi bersama tentunya hasilnya akan lebih baik karena dukungan semua pihak, wawasan, pengalaman, kemampuan juga berbeda-beda. “Dengan kerjasama itulah kami bisa saling share, membenahi bersama apa yang menjadi kekurangan” ujarnya.

“Kami bersinergi dalam bentuk pelatihan, penyuluhan, kemudian kita mempunyai Fakultas Psikologi terkait dengan pasca bencana, kan biasanya korban bencana itu perlu dikuatkan dengan kondis-kondisi yang dialami, nah kita bisa support untuk mengembalikan semangat, untuk mengembalikan mental masyarakat agar bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala” terang Andy.

Terkait dengan kentongan yang menjadi program acara RRI, Andy mengatakan, “Pada dasarnya bencana ini perlu diantisipasi oleh masyarakat kita, supaya bisa berjalan dengan baik dalam mengantisipasinya terutama terkait dengan datangnya bencana itu, saya fikir kentongan menjadi salah satu komunikasi yang nantinya bisa disosialisasikan”.

“Mahasiswa pada dasarnya adalah generasi penerus yang nantinya akan memegang peranan didalam kehidupan masyarakat, kami sangat berharap akan muncul simpati, empati dari generasi muda yang pada akhirnya dengan karakrter yang berkeindonesiaan bisa bersama-sama untuk menghadapi segala hal yang berkaitan dengan lebih baiknya masyarakat kita, lebih baiknya negara kita” tegasnya. 


|